Hadits Musalsal dan Kajiannya

Hadits Musalsal


Musalsal : secara bahasa artinya “Tersambungnya sesuatu dengan yang lain” Secara istilah, hadits musalsal adalah “Sebuah hadits yang dalam sanandnya antara satu perawi dengan perawi setelahnya melakukan hal yang sama, baik berupa perkataan, perbuatan ataupun keduanya”[1]

Contoh:
1. Hadits yang driwayatkan oleh Mu’adz bin Jabal, bahwa sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda kepadanya, “Wahai Mu’adz, aku mencintaimu, maka berdoalah disetiap selesai sholat: “Yaa Allah, berrikanlah kepadaku pertolongan sehingga aku selalu mengingat-Mu, bersyukur atas nikmat-Mu dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya” (Allahumma inni ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ibadatik). Dalam hadits ini setiap perawinya tatkala meriwayatkan hadits ini selalu berkata, “Wa ana uhibbuka” (dan aku mencintaimu)

2. Hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memasukkan jari-jarinya ke dalam jari-jariku dan bersabda, “Allah menciptakan bumi pada hari Sabtu.” Setiap perawi hadits ini tatkala meriwayatkan hadist ini selalu memasukkan jari-jarinya ke dalam jari-jari orang yang meriwayatkan hadits ini darinya.

3. Hadits yang diriwayatkan oleh Anas, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “Seorang hamba tidak akan mendapatkan manisnya iman sampai ia beriman kepada takdir Alla, baik maupun buruknya, manis maupun pahitnya”. Kemudian Rasulullah memegang jenggot beliau dan bersabda, “Aku beriman kepada takdir Allah, baik dan buruknya serta manis dan pahitnya”. Setiap perawi hadits ini tatkala meriwayatkannya selalu memegang jenggotnya dan berkata, “Aku beriman kepada takdir Allah, baik dan buruknya serta manis dan pahitnya”

4. Tasalsul di dalam meriwayatkan dan menerima hadits. Seperti hadits yang diriwayatkan oleh setiap perawinya dengan mengatakan, “Saya mendengar Fulan”, “fulan meriwayatkan kepadaku” atau “Fulan menceritakan kepadaku”. Tasalsul seperti ini banyak terjadi pada kebanyakan sanad.

Manfaat dari mengetahui bentuk hadits ini adalah dapat menambah tingkat kekuatan hafalan bagi para perawinya. Sedangkan buku-buku yang terkenal membahas ini di antaranya:

    “Al-Musalsalat Al Kubra” karya Imam As Suyuthi, buku ini memuat 85 hadits.
    “Manahil As-Silsiliah fi Al AHadits Al Musalsalah” karya Imam Muhammad Abdul Baqi Al Ayyubi. Buku ini memuat 212 hadits.[2]

[1] http://abuaisyah.com/2013/04/17/apa-itu-hadits-musalsal/
[2] Pengantar Studi Ilmu Hadits, karya Syaikh Manna’ Al Qaththan. penerbit Pustaka Al Kautsar.

BAGIKAN KE ORANG TERDEKAT ANDA
ONE SHARE ONE CARE

Sekilas tentang penulis : Aksara Tanpa makna

Dakwah Islam, Kebenaran Islam, Islam Toleran