Cabe-Cabean Dan Terong-Terongan

Cabe-Cabean Dan Terong-Terongan - Akhir-akhir ini negara tercinta kita, Indonesia, menurut gue sedang mengalami 2 musim ya. Musim hujan & musim "Cabe-cabean". Eh tapi sebelumnya, gue mau ngucapin turut berduka cita dulu kepada warga-warga indonesia yang wilayahnya sedang di landa banjir dan gunung berapi. Semoga semuanya bisa kembali menjadi normal lagi dan bisa tabah menghadapi musibah ini. 

Karena menurut gue pribadi, Di balik setiap musibah, pasti terdapat sebuah hikmah. Tapi kali ini gue ga bakal bahas Banjir atau gunung berapi. gue mau bahas soal "Cabe-cabean". 

Sebelum kita ke topik intinya, gue minta buat kalian, pembaca blog gue ini, untuk mengikuti ketentuan membaca setiap postingan blog gue. Ketika kalian membaca, anggap gue orang paling bodoh di dunia. Jadi kalo ada prespsi gue yang salah atau menyesatkan dari apa yang kalian harapkan, ya emang gue nya aja yang bodoh. Simple kan ketentuannya? Oke, kalo udah mengerti, mari kita mulai. 



Seperti yang gue katakan tadi. Selain musim hujan, Indonesia juga sedang di landa musim "Cabe-cabean". Dikit-dikit Cabe cabean, dikit-dikit cabe cabean. Gue udah cukup tersiksa dengan adanya "Keles", ini lagi malah muncul Cabe-cabean. Gue kasian aja gitu sama cewe-cewe yang tercuci otaknya untuk mengikuti trend negatif tersebut, bukannya terlihat makin baik.. yang ada malah terlihat makin buruk.

Jika ditelaah dari segi Bahasa Indonesia, cabai atau cabe adalah sesuatu yang dianalogikan dengan bentuk yang kecil. Hal itu dikatakan Pengamat Budaya Modern Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) Ibnu Wahyudin.

"Cabe itu kan sesuatu yang kecil berarti menandai bahwa julukan itu diberikan kepada perempuan yang masih belasan tahun atau remaja, mereka kan masih mudah sekali tergiur dengan hal - hal yang sifatnya hedonis, duniawi, salah satunya anak motor," katanya di Kampus UI, Depok, Rabu (12/03/2014).

Cabe-cabean, kata Ibnu, tidak pernah memikirkan risiko dari perbuatannya karena masih proses pencarian identitas. Intinya bagi mereka sesuatu yang hura-hura, eksis, semuanya dilakukan tak ada pertimbangan.

"Dan cabe – cabean identik dengan pakai celana super pendek dan ketat atau hot pants, karena kalau pakai rok susah naik motornya," jelasnya.

BAGIKAN KE ORANG TERDEKAT ANDA
ONE SHARE ONE CARE

Sekilas tentang penulis : Aksara Tanpa makna

Dakwah Islam, Kebenaran Islam, Islam Toleran